Area Gedung Kuliah Baru (GKB) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) diderai keluhan dari mahasiswa yang melakukan kegiatan perkuliahan disana. Bau tak sedap beberapa minggu ini tercium hingga ke dalam gedung tersebut.
Beberapa mahasiswa menanggapi bau tak sedap itu, Zuvi Hasanbasryian, salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis Pangan (AGBP) menuturkan tanggapannya mengenai bau tidak sedap di GKB, “kalo ke dalam kelas enggak terlalu, karena di dalam kelas itu kan tertutup dan aku juga sering di bawah jarang di atas, nah mungkin baunya itu pas mau masuk GKB sampai dalam itu bau, tapi pas di kelas enggak terlalu bau,” ungkapnya.
Desi Iryanti, Mahasiswi Prodi Akuntansi Bisnis Digital (AKBD) Semester 5 memberikan tanggapan tentang bau tidak sedap yang menggangu masuk sampai ke dalam ruangan. “Menurut pribadi saya sendiri bau itu benar-benar sangat mengganggu bagi saya dan mungkin teman-teman saya, tidak hanya di luar bahkan baunya sampai ke dalam ruangan pembelajaran,” ujarnya.
Setelah diusut bau tak sedap ini berasal dari Gedung Pengelolaan Pakan Ternak yang berada di area depan Kantin GKB. Gedung tersebut merupakan tempat pengelolaan pakan ternak yang belum aktif beroperasi proses produksi namun dalam proses persiapan mesin yang bekerja sama dengan mitra luar. Bau tak sedap dipicu dari proses pengeringan ikan melalui oven yang dilakukan selama uji coba pemakaian mesin disana yang baunya terbawa angin masuk ke GKB.
Ole, pengolah bahan pakan ternak menyampaikan bau tersebut berasal dari ikan yang akan diolah menjadi bahan produk pakan. “Agak sulit untuk menghindari aroma, karena kalo semua bahan kita beli jadi tidak produksi HPP nya tidak ketemu, jadi untuk bahan olahan dari hewaninya untuk olahan produk pakan yaitu ikan, proses oven dan pengeringan yang memakan waktu itu membuat aroma bau yang kurang sedap,” jelasnya.
Muhammad Haikal Arrazi, Mahasiswa Prodi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) juga menanggapi tentang masalah bau tidak sedap yang mengganggu fokus mahasiswa saat kegiatan pembelajaran. “Pastinya tidak nyaman, dan kadang mengganggu fokus mahasiswa saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung. Apalagi saat jam istirahat makan, sangat mengganggu selera makan,” tuturnya.
Desi juga berharap semoga permasalahan seperti ini bisa segera tindak lanjuti dan diselesaikan. “Harapannya semoga permasalahan seperti ini bisa langsung ditindak lanjuti oleh pihak kampus dan langsung bisa diselesaikan segera, Karena Lebih cepat akan lebih baik,” harapnya.
Ole, pengolah bahan pakan ternak mengatakan jika baunya mengganggu maka nantinya akan diusahkan dalam proses mengelola ikannya tidak di gedung tersebut. “Kalo memang ini kedepannya membuat kurang nyaman, kami akan berupaya mengolah ikanya tidak disini,” tutupnya.(*)
Penulis: Hafid, Ningrum
Penyunting: Asti