Terulang Kembali, Mahasiswa Kehilangan Motor di Parkiran KHD

Area Hilangnya Motor Mahasiswa di Lahan Parkir Gedung Ki Hajar Dewantara (KHD) Polinela, Selasa, 11 April 2023 | Perssukma.id/Galih Ahmad Fadilah

Sekali lagi, kasus kejahatan berupa pencurian motor telah terjadi di parkiran kendaraan Gedung Ki Hadjar Dewantara (KHD) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) Selasa, 11 April 2023. Korban dari pencurian motor dengan kode plat BE 6063 QR tersebut yaitu Juni Anggraini, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Produksi Tanaman Hortikultura.

Ia menjelaskan bagaimana kendaraan miliknya tersebut bisa hilang digondol pencuri. “Saya masuk ke parkiran KHD jam 11 kurang kemudian saya ke Gedung Kultur Jaringan, sekitar pukul 13.30 teman saya yang kebetulan parkir bersebelahan dengan motor saya menanyakan helm saya yang terletak di motor dia, kemudian saya bersama 3 teman saya ke parkiran KHD ternyata motor saya tidak ada lagi di parkiran,” jelas Juni.

Bacaan Lainnya

Dibandingkan dengan gerbang belakang, parkiran KHD memiliki akses yang lebih dekat dan cepat dengan gerbang depan. Pengontrolan gerbang belakang juga lebih sering diperhatikan dibanding dengan KHD, hal itu menjadi celah mengapa kasus pencurian sering terjadi parkiran gedung tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak mendapatkan kartu parkir saat memasuki area Gedung KHD, mengingat Polinela telah melakukan pemberlakuan kartu tersebut kembali. “Saat saya memarkirkan motor hanya ada motor saya dan teman saya, disitu saya dan teman saya tidak diberikan kartu parkir dan ada penjaga yang sedang bertugas,” jelasnya.

Mengetahui hal tersebut, Syahrul, Kepala Satuan Pengaman (Satpam) Polinela angkat bicara mengenai pemberian kartu parkir pada hari tersebut. “Kemarin karena pagi sudah ada motor lain jadi sehingga nya tidak dibagi kartu, dalam artian yang satpam kerja jam 7 dan sudah ada motor hanya ditandai, sedangkan motor yang baru datang diberi kartu, dan yang tidak diberi kartu akan di cek STNK nya sehingga bisa meminimalisir,” ujarnya.

Ia juga menimpali bagaimana kesulitannya pihak keamanan kampus dalam membedakan secara khusus yang mana mahasiswa asli Polinela atau bukan. “Yang jadi dilema kasus kemarin itu ada kamuflase bahwa pelaku itu identik sama mahasiswa seperti yang dulu menggunakan seragam kampus, sementara pengamatan pihak keamanan tidak secara khusus melainkan secara umum,” tambah Syahrul.

Cuaca yang buruk juga memperburuk situasi dalam mengetahui pelaku pencurian. Kamera CCTV yang terpasang di parkiran tidak berfungsi secara optimal karena hujan yang deras disertai dengan petir, sehingga tim keamanan tidak mendapatkan petunjuk yang jelas tentang insiden yang menimpa Juni.

Mengetahui bagaimana penjagaan keamanan di Gedung KHD, Tika Noviana, sahabat Juni yang bersamanya saat kejadian ikut serta berpendapat. “Setidaknya di gerbang belakang ada CCTV, jadi meskipun di parkiran KHD tidak ada CCTV kita bisa ngeliat dari gerbang belakang atau gerbang depan. Untuk Satpam nya harus lebih waspada, mengenai kartu parkir juga harus dikasih, atau kalau memang kartu parkirnya habis kita bisa nunjukin Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) kok,” tutur Tika.

Dari pihak Polinela sendiri dikatakan sudah menindaklanjuti kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib. “Ya pasti sudah menggunakan prosedur dan laporan ke Polisi, kalau nanti dilain waktu menemukan kendaraan itu nanti kita sudah ada tanda bukti pelaporan,” ucap Syahrul.

Juni berharap agar kejadian tersebut tidak terulang kembali dan menimpa mahasiswa lain. “Semoga adanya perbaikan sistem dalam keamanan kendaraan di Polinela, untuk teman-teman mahasiswa lebih berhati-hati dan meningkatkan sistem keamanan pada kendaraan masing-masing,” harapnya.

Syahrul ikut serta berharap agar antar mahasiswa dapat sama-sama peduli sehingga meminimalisir pencurian kendaraan yang ada. “Satpam juga mengharapkan antar sesama mahasiswa untuk saling mengingatkan untuk tidak sembarangan parkir dan parkir di tempat yang disediakan, kalau itu berjalan Insyaallah aman dan bisa meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan,” tutupnya. (*)

Penulis : Galih Ahmad Fadilah, Vellisa Zahra Obitusha

penyunting : Yesha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

72 ÷ 9 =