Perempuan Bisa Jadi Pemimpin

Ervani Pasaribu, Ketua Umum UKM Poltapala 2023/2024

Perempuan menjadi pemimpin itu sangat relevan dan penting untuk diperjuangkan dalam mahasiswa kontemporer. Perempuan memiliki potensi yang sama dengan laki-laki dalam mengembangkan peran kepemimpinan yang efektif dan berkompeten. Menyadari bahwa kemampuan kepemimpinan tidak dibatasi oleh jenis kelamin adalah langkah pertama yang krusial dalam menciptakan mahasiswa yang lebih adil dan inklusif.

Kualitas pribadi seperti kecerdasan, integritas, dan kemampuan untuk memimpin dengan bijaksana merupakan faktor-faktor utama yang menentukan keberhasilan seorang pemimpin, dan hal ini tidak bergantung pada jenis kelamin. Karena kontribusi unik yang bisa dibawa oleh perempuan dalam kepemimpinan adalah langkah positif untuk membangun keragaman dalam pengambilan keputusan.

Dalam berbagai sektor, perempuan telah membuktikan kemampuan mereka untuk mengambil keputusan strategis dengan kebijaksanaan. Kemampuan memimpin dengan empati juga merupakan aspek penting dalam kepemimpinan, dan perempuan sering kali membawa sentuhan empati yang sangat dibutuhkan dalam menangani tantangan kompleks.

Saya, Ervani Pasaribu, sebagai perempuan yang menjadi pemimpin tidak hanya memberikan keuntungan bagi saya sendiri, tetapi juga memiliki dampak positif pada masyarakat secara keseluruhan. Dengan melibatkan lebih banyak perempuan dalam posisi kepemimpinan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif yang memungkinkan keragaman ide dan pendekatan. Selain itu, perempuan dalam posisi kepemimpinan dapat menjadi model peran yang positif, menginspirasi generasi mendatang untuk mengejar ambisi mereka tanpa batasan gender.

Mengabaikan potensi kepemimpinan perempuan bisa mengakibatkan hilangnya perspektif berharga dan ide inovatif dalam berbagai sektor. Oleh karena itu, mendorong setiap individu tanpa memandang jenis kelamin untuk mengembangkan potensi kepemimpinan mereka adalah suatu keharusan. Pendidikan dan peluang yang setara harus diberikan kepada semua individu untuk memastikan bahwa bakat dan keterampilan yang ada di semua mahasiswa atau sekumpulan organisasi dapat ditemukan, dikembangkan, dan diterapkan untuk kemajuan bersama.

Dalam era ini, penting bagi kita untuk bersama-sama berusaha menciptakan lingkungan di mana setiap individu, termasuk perempuan merasa didukung dan dihargai dalam upaya mereka untuk mencapai posisi kepemimpinan. Hanya dengan cara ini kita dapat benar-benar memanfaatkan potensi penuh dari semua anggota organisasi yang kita pimpin, tanpa terkecuali. (*Nadia)

Penulis : Ervani Pasaribu

Penyunting : Nadia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× 8 = 56