Mengenal Lebih Dekat Mahasiswa Berprestasi Polinela

Potret 2 Mahasiswa Berprestasi, Senin, 02 Mei 2023 | Perssukma.id/Perssukma

Selasa, 2 Mei 2023 di Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) memiliki Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) yang dua diantaranya ialah Riki Saputra Program Studi (Prodi) Produksi Manajemen Industri Perkebunan (PMIP) dan Ade Andriani Prodi Perjalanan Wisata (PW)

Untuk menjadi seorang Mahasiswa Berprestasi, diperlukan tahapan-tahapan tertentu, termasuk seleksi jurusan di mana peringkat teratas dari jurusan tersebut akan bersaing dengan jurusan lain, serta melampirkan portofolio sertifikat dari berbagai perlombaan.

Bacaan Lainnya

Ade aktif di Himpunan Mahasiswa Prodi dan ikut serta dalam berbagai kegiatan perlombaan yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan prestasi. Ia juga sempat mengikuti program lainnya yaitu Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) 2022 dan berhasil mendapatkan pendanaan mengambil di desa wisata Sumber Agung. Ade mengatakan saat ini tengah berencana untuk melanjutkan program yang lebih tinggi. “Sama Insyaallah lanjut tingkat wilayah kemarin sudah ngumpulin berkas sama presentasi,” tuturnya.

Sama hal nya dengan Ade, Riki juga aktif mengikuti berbagai kegiatan, termasuk di bidang kepenulisan. Selain itu, ia juga berhasil mendapatkan beasiswa penuh untuk program pertukaran pelajar selama 1 bulan di 3 negara, yaitu Malaysia, Singapura, dan Thailand. Pada tahun 2020, Riki juga menjadi duta inspirasi yang mewakili Lampung.

Dimas Prakoso Widiyani, Sekertaris Jurusan Perkebunan mengatakan bahwa dukungan penuh akan diberikan oleh jurusan maupun program studi. “Dapat membantu Prodi khususnya di akreditasi karena kegiatan tersebut tergolong dalam prestasi mahasiswa tingkat internasional walaupun hanya sebagai peserta,” ujarnya.

Ade menyatakan bahwa motivasinya dalam meraih prestasi berasal dari orang tuanya. “Motivasi terbesar dari orang tua ya, karena pasti setiap anak ingin membalas jasa orangtuanya. Mungkin dengan melihat saya berprestasi dan memenangkan berbagai perlombaan gitu orang tua bakal bangga dan bisa bikin mereka bahagia,” ungkap Ade.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya untuk keluar dari zona nyaman selama proses, karena hal tersebut dapat menjadi hambatan dalam meraih prestasi. “Caranya mudah untuk keluar dari zona tersebut, dengan cara ikut organisasi, mulai banyak berubah di lingkungan baru ini memberi dampak positif, dari teman teman yang berpikiran positif dan banyak kegiatan jadi merasa terbawa,” ucap Ade.

Riki berharap bahwa semua ilmu yang ia peroleh dapat ia bagikan kepada orang lain. “Sebaik-baiknya manusia itu bermanfaat untuk orang lain, apa ilmu yang saya dapat ini bisa untuk sharing ke adik-adik tingkat yang memiliki visi yang sama untuk berprestasi,” jelasnya. (*)

Penulis: Jarwati Muliya Ningsih, Riana Nida Sandiva
Penyunting: Dyanita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 5 = 12