Mengapa Timor Leste Tidak Tergabung dalam Anggota ASEAN? Berikut Alasannya

Timor Leste bukan dari ASEAN

ASEAN atau Association of South East Asian Nations adalah organisasi kerja sama antara negara-negara di Asia Tenggara. ASEAN dibentuk di Bangkok, Thailand pada 8 Agustus 1967. Ada 5 negara pendiri ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Dalam rangka memperingati hari berdirinya ASEAN yang ke-55, tahukah kalian? Bahwa masih ada negara di Asia Tenggara yang belum tergabung ke dalam ASEAN.

Seperti yang diketahui, jumlah negara di wilayah Asia Tenggara ada 11 negara, sedangkan yang menjadi anggota ada 10 negara. Satu-satunya negara yang tidak masuk anggota ASEAN adalah Timor Leste.

Bacaan Lainnya

Meski secara geografis berada di kawasan Asia Tenggara, namun Timor Leste sampai saat ini belum juga menjadi anggota ASEAN. Padahal, negara yang merdeka dari Indonesia pada 20 Mei 2002 ini sudah mengajukan permohonan resmi untuk bergabung ASEAN sejak 2011.

Alasan Timor Leste Belum Masuk ASEAN?
Dilansir dari detik.com, alasan belum masuknya Timor Leste ke ASEAN adalah perlunya membuktikan kemampuan negara tetangga RI tersebut dalam memenuhi kewajiban keanggotaan kepada negara-negara ASEAN. Sebuah studi yang dilakukan untuk akses keanggotaan ASEAN menemukan bahwa Timor Leste masih kekurangan sumber daya manusia dalam mengembangkan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.

Dalam hal ini, Singapura dan Laos juga menyatakan keberatannya dengan alasan Timor Leste belum cukup berkembang untuk bergabung ASEAN. Misalnya, ditinjau dari sisi ekonomi, PDB Timor Leste hanya sekitar USD 1.442 miliar, jauh di bawah Singapura, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.

Namun, ada juga negara-negara anggota ASEAN secara perlahan turut mendukung Timor Leste untuk bergabung dengan ASEAN. Hal ini dibuktikan dengan Filipina yang sudah mendukung keanggotaan Timor Leste ke ASEAN sejak 2015, disusul Indonesia, Thailand, Kamboja, dan Malaysia.

Sejarah berdirinya ASEAN?
Sejarah yang melatarbelakangi didirikannya ASEAN adalah adanya keinginan kuat dari para pendiri ASEAN untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil, dan sejahtera. Hal tersebut mengemuka akibat situasi perang dingin antara Amerika Serikat dengan Rusia yang secara tidak langsung membawa dampak stabilitas keamanan pada negara-negara di Asia Tenggara.

Selain itu, pada era 1960-an kawasan Asia Tenggara juga dihadapkan pada situasi rawan konflik, yaitu perebutan pengaruh ideologi negara-negara besar dan konflik antar negara di kawasan. Apabila dibiarkan, hal itu dapat mengganggu stabilitas kawasan sehingga menghambat pembangunan. Setelah menemukan kesamaan, akhirnya negara pendiri memutuskan untuk bertemu di Bangkok pada 8 Agustus 1967 membahas berbagai persoalan dan solusi untuk masalah yang timbul di kawasan Asia Tenggara.

Dalam pertemuan tersebut menghasilkan ‘Deklarasi Bangkok’ yang di dalamnya berisi tujuan didirikannya ASEAN. Deklarasi Bangkok ditandatangani oleh 5 Menteri Luar Negeri pendiri ASEAN, yakni Adam Malik dari Indonesia, Narciso R. Ramos dari Filipina, Tun Abdul Razak dari Malaysia, S. Rajaratnam dari Singapura, dan Thanat Khoman dari Thailand.

Adapun tujuan dibentuknya ASEAN yaitu:

1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan negara-negara di Asia Tenggara.

2. Memelihara perdamaian dan stabilitas, dengan menjunjung tinggi hukum dan hubungan antara negara-negara di Asia Tenggara.

3. Meningkatkan kerja sama yang aktif dan saling membantu dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi dan administrasi.

4. Saling memberikan bantuan dalam bidang fasilitas latihan dan penelitian pada bidang pendidikan, kejuruan, teknik dan administrasi.

5. Bekerja sama lebih efektif untuk mencapai daya guna lebih besar dalam bidang pertanian, industri, dan perkembangan perdagangan termasuk studi dalam hal perdagangan komoditas internasional, perbaikan pengangkutan dan fasilitas komunikasi serta meningkatkan taraf hidup rakyat.

6. Meningkatkan studi tentang masalah-masalah di Asia Tenggara.

7. Memelihara kerja sama yang erat dan bermanfaat dengan berbagai organisasi internasional dan regional lain yang mempunyai tujuan sama serta mencari kesempatan untuk menggerakkan kerja sama dengan mereka.

Berikut adalah daftar 10 negara yang tergabung dalam anggota ASEAN:

1. Indonesia masuk pada tanggal 8 Agustus 1967

2. Malaysia masuk pada tanggal 8 Agustus 1967

3. Thailand masuk pada tanggal 8 Agustus 1967

4. Filipina masuk pada tanggal 8 Agustus 1967

5. Singapura masuk pada tanggal 8 Agustus 1967

6. Brunei Darussalam masuk pada tanggal 7 Januari 1984

7. Vietnam masuk pada tanggal 28 Juli 1995

8. Myanmar masuk pada tanggal 23 Juli 1997

9. Laos masuk pada tanggal 23 Juli 1997

10. Kamboja masuk pada tanggal 30 April 1999(*Novri)

Reporter:

Triyono

Sumber:

“Ini Negara Asia Tenggara yang Tidak Masuk ASEAN, Tetangga RI? (Fahri Zulfikar, 2022)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 × = 6