Mahasiswa Polinela Turut Andil, Aksi Pandawara Bersihkan Pantai Sukaraja

Mahasiswa Polinela Yang Ikut Serta Dalam Kegiatan Bersihkan Pantai Sukaraja di , Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Senin, 10 Juli 2023 | Perssukma.id/DOK.Reivaldi

Senin, 10 Juli 2023 berlangsung kegiatan pembersihan tumpukan sampah di Pantai Sukaraja, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung. Gerakan tersebut diusulkan oleh Pandawara Group, gerakan anak muda tangguh melawan sampah. Sejumlah 1500 orang termasuk Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela) turut serta bersama warga dan instansi sekitar dalam menjalankan kegiatan tersebut yang dimulai pukul 07.00 WIB.

Tujuan gerakan ini untuk mengatasi tantangan besar terkait dengan permasalahan sampah di Pantai Sukaraja, yang dikenal sebagai pantai dengan tingkat kekotoran tertinggi kedua di Indonesia. Selain itu, gerakan ini juga berguna dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Bacaan Lainnya

Kurnia Faturrohman, Dosen Teknologi Pembenihan Ikan (TPI) menjelaskan gerakan tersebut dapat diikuti oleh mahasiswa dengan mendapatkan potongan jam kompensasi yang dimana kebijakan dari setiap Tim Kedisplinan (Timdis) berbeda. “Selama kompensasi itu luang lingkupnya hanya seputar Polinela saja, karena kemarin ramai ada Pandawara di Lampung, dan pencetus idenya itu untuk pemotongan kompen tersebut itu dari Mahasiswa Program Studi (Prodi) TPI sendiri, tapi ini acara sukarela bukan berarti datang ke sana karena pemotongan kompen,” tuturnya.

Ardhi Gunawan, Ketua Himpunan Mahasiswa (Kahim) Teknik Sumberdaya Lahan dan Lingkungan (TSL) menanggapi gerakan ini bahwa sebuah teguran keras untuk masyarakat Lampung. “Menurut tanggapan saya acara tadi pagi merupakan teguran keras buat masyarakat Lampung, khususnya kita anak muda terlebih lagi sebagian besar wisata di daerah Lampung itu rata-rata pantai, harus nya ada ketegasan dari pemerintah di daerah tersebut dan kesadaran diri untuk masalah sampah di daerah itu. Soalnya kalau dilihat dari acara tadi sampahnya sudah lama menumpuk sampai dasar pantai nya saja tidak terlihat karena banyaknya sampah yang menutupi pantai tersebut,” ucapnya.

Ia juga menambahi kendala yang terkait dengan kondisi cuaca. “Selama acara berlangsung tadi cuacanya hujan, kami juga tadi kekurangan sarung tangan, trash bag, dan jas hujan sehingga kami tadi terpaksa basah-basahan,” tambah Ardhi.

Kurnia menjelaskan terkait tantangan koordinir yang ada pada mahasiswa dalam ikut serta kegiatan tersebut. “Sebenarnya kendala itu ketika mereka transport masing-masing di jalan raya apalagi kondisinya hujan. Jadi itu kendalanya ada di koordinasi yang kurang, transportasi, dan belum lagi konsumsi, walaupun mereka kerjanya ikhlas, tapi sedikitnya ada apresiasi dari kita. Kemudian, teknis sebenarnya kalau ada dosen yang memantau serta membimbing disana lebih bagus,” ungkapnya.

Bima Julianto, peserta dari Prodi Akuntansi Bisnis Digital  berharap para mahasiswa dapat mengambil pembelajaran dari gerakan ini. “Harapan saya dengan adanya acaranya ini masyarakat Lampung khususnya yang berada di sekitar laut perlu memperhatikan lingkungan, terkhusus bagi Mahasiswa Polinela kita bisa ambil pembelajaran memang harus kalau buang sampah itu di tempatnya,” tuturnya.

Kurnia serta berharap agar pihak kampus dapat mengkoordinir suatu kegiatan sosial yang melibatkan para mahasiswa. “Harapan saya ke depannya dengan kegiatan sosial selanjutnya yang taraf nya udah nasional, tim Hubungan Masyarakat (Humas) Prodi, Jurusan, bahkan Polinela itu cepat merespon untuk mengantisipasi Mahasiswa Polinela yang mau ikut kegiatan sosial itu, dibutuhkan untuk informasi yang cepat,” tutupnya. (*)

Penulis : Ilham Mubaraq, Muhammad Salman
Penyunting: Dyanita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

76 − 71 =