KBM Polinela Lakukan Galang Dana Bencana Banjir

Kegiatan galang dana di Bundaran Hajimena oleh KBM Polinela, Selasa, 27 Februari 2024 | perssukma.id/Arya Rohmatuloh

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengajak seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) untuk berpartisipasi melaksanakan penggalangan dana untuk korban bencana banjir, Selasa, 27 Februari 2024. Pelaksanaan penggalangan dana berada di tujuh titik lokasi yaitu Bundaran Hajimena, Tugu Adipura, Alat Pengatur Isyarat Lalu Lintas (APILL) Terminal Rajabasa, APILL Masjid Al-Furqon, APILL Way Halim, APILL Bypass Sukarame, dan APILL Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek.

Penggalangan dana sudah dilaksanakan secara daring sejak Minggu, 25 Februari 2024, sampai saat ini dan akan dikolektifkan bersama-sama, tidak hanya semata-mata penggalangan, namun pada saat penyaluran pun semua akan dilibatkan.

Rio Hermawan, Presiden Mahasiswa (Presma) Polinela menjelaskan teknis pengumpulan dana pada musibah banjir ini. “Jadi teknis nya nanti kita kumpulkan bersama pada saat penyaluran, sekiranya dibutuhkan dalam bentuk bahan makanan ya kita salurkan bersama. Jadi sebelum melaksanakan penggalangan dana, kita mendata untuk saat ini ada sekitar 180 mahasiswa yang terdampak di sekitar Polinela,” jelasnya.

Hasil dari penggalangan dana akan disalurkan kepada Mahasiswa Polinela terlebih dahulu yang terdampak langsung, lalu masyarakat sekitar dalam bentuk bantuan sosial, seperti bahan makanan, uang, dan pakaian.

Holan Badu, Menteri Sosial dan Pengabdian Masyarakat BEM KBM Polinela menanggapi bahwa mendapatkan respon positif dari pihak kampus serta antusias yang mengikuti penggalangan dana ini sangat bagus. “Pihak kampus juga memberikan bantuan dan rencana kami ingin membuat posko. Serta antusias yang berpartisipasi sangat bagus, banyak yang ingin turun ke jalan dari semua Ormawa,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut memiliki beberapa kendala seperti warna poster kurang cerah dan jelas sehingga para pengendara kesulitan dalam membacanya, serta terlalu cepat durasi APILL di RSUD Abdul Moeloek sehingga terburu-buru dalam meminta penggalangan dana.

Ketut Rika Saputra, Ketua Umum (Ketum) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) English Club menanggapi bahwa kegiatan penggalangan dana ini merupakan langkah yang tepat untuk membantu mahasiswa yang terkena banjir. “Penggalang dana sangat berguna dan bermanfaat bagi mahasiswa terutama yang terkena dampak akibat banjir beberapa hari yang lalu. Bagi saya ini merupakan langkah yang tepat sebagai Mahasiswa Polinela untuk membantu mahasiswa lainnya yang terkena dampak banjir,” ucapnya.

Medi Sardiansyah, Ketum UKM Garda Kedisiplinan Polinela  berharap agar kedepannya tidak banjir lagi dan yang terkena dampak banjir diberikan kesabaran dan ketabahan. “Semoga banjir tidak terjadi lagi tentunya dan kegiatan ini dapat membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan diberikan ketabahan atas terjadinya bencana ini,” tutupnya. (*)

Penulis : Dinda Kurnia Putri, Arya Rohmatuloh

Penyunting : Dina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 × 1 =