BEM Polinela Ajarkan Kesetaraan Gender Melalui Dialog Perempuan

Pemateri Sedang Menjelaskan Materi Kepada Mahasiswa Yang Hadir di Gedung QB1, Jumat, 09 September 2023 | Perssukma.id/Revany

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar seminar “Dialog Perempuan” dengan tema “Milenial Cerdas Berani Mengambil Keputusan”. Kegiatan ini terbuka untuk umum yang berlangsung di Gedung Q (Kenanga) Polinela, Sabtu, 09 September 2023, dimulai pukul 07.30 WIB. Acara ini menampilkan dua pemateri utama, yaitu Marlinda Apriyani, S.P., M.P., selaku Ketua Satuan Petugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Polinela, dan Dian Vio Septiana, S.SI., M.M., sebagai Area Marketing Associate Nutrifood.

Kegiatan tahunan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM KBM Polinela, bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta terkait kesetaraan gender dan independent women. Khoirunnajwah, Ketua Pelaksana (Ketuplak) mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk pemikiran positif bagi perempuan. “Perempuan ini bisa menjadi pemimpin, bisa memimpin diri sendiri, dan lingkup banyak,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Shinta Dersilia, salah satu peserta beranggapan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi seorang perempuan. “Tentunya hal ini akan sangat berpengaruh bagi kita seorang perempuan, bagaimana kita menjadikan diri kita sebagai perempuan yang memang bisa berguna untuk diri kita hidup ke depan, apalagi kita sebagai mahasiswa kan harus menjadi seorang perempuan yang sangat berpendidikan, makanya kita mengadakan dialog ini untuk mendapatkan sesuatu yang lebih,” katanya.

Meskipun persiapan acara telah dilakukan dengan matang selama sekitar satu setengah bulan, panitia menghadapi beberapa kendala. “Dari panitia sendiri kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM), walaupun SDM sedikit, tetapi semuanya saling membantu untuk menutupi kekurangannya,” sambung Khoirunnajwah.

Dian Vio Septiana, salah satu pemateri, mengapresiasi antusiasme peserta yang menunjukkan minat tinggi dengan banyaknya pertanyaan kritis dari audiens. “Luar biasa sekali, banyak pertanyaan kritis yang artinya mereka memang menyimak paparan yang sudah dijelaskan,” tuturnya.

Ia juga berharap setelah selesainya acara ini, peserta dapat lebih mandiri dan meningkatkan kualitas kehidupan mereka, termasuk dalam hal pendidikan dan ekonomi. “Harapannya bukan soal kita menggantikan sebagai laki-laki, tentu tidak. Tetapi bagaimana kita bisa lebih mandiri dan akan lebih baik kehidupannya, baik dari sisi pendidikan ekonomi dan lain-lain,” ujar Dian.

Shinta berharap acara seperti ini akan terus selalu ada setiap tahunnya dan lebih banyak peminat. “Semoga cara ini menjadi acara yang bakal selalu ada disetiap tahunnya dan acara yang  lebih banyak peminatnya gitu untuk kaum-kaum perempuan kalau bisa jauh lebih banyak lagi”, tutupnya. (*)

Penulis: Revany Putria Hevi, Tiara Octavia Pardede
Penyunting : Rani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

55 ÷ 11 =