Audiensi KBM Polinela, Direksi Beri Tanggapan

Pertemuan dari Masing-masing perwakilan mahasiswa jurusan umat, 2 September 2022 | Perssukma.id/Mutiara Salsabila

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) bersama perwakilan mahasiswa dari setiap jurusan di Polinela mengadakan audiensi Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Polinela, Jumat, 2 September 2022. Dihadiri oleh Direktur Polinela, Sarono dan Pembantu Dirrektur (Pudir) III, Agung Adi Chandra.

Pada pertemuan ini membahas mengenai evaluasi pembelajaran, cuti sepihak, Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester akhir, dan banding UKT. Pembahasan ini berjalan santai dan disambut hangat oleh pihak direksi.

Bacaan Lainnya

Masing-masing perwakilan mahasiswa jurusan menyampaikan keresahannya. Pada keresahan evaluasi pembelajaran, pihak direksi memberikan tanggapan, bahwa pembelajaran semester ini akan di adakan 70% praktikum offine dan 30% teori online. Untuk sistem pembelajaran media online melalui Learning Management System (LMS), Jaraka, dan MyEkbis akan di tingkatkan dan dilakukan evaluasi ke depannya.

Permasalahan selanjutnya terkait berita acara cuti sepihak, sedangkan alasan mereka cuti sepihak belum jelas. Adil Dharma Wibowo, Presiden Mahasiswa (Presma) Polinela mengatakan, bahwa alasan mahasiswa yang terkena cuti sepihak belum jelas. “Alasan mereka cuti sepihak belum terlalu jelas, karena ada yang merasa sudah dibantu dan melakukan perbaikan tetapi masih terkena cuti sepihak,” tutur Adil.

Pihak Direksi memberikan tanggapan, bahwa cuti sepihak merupakan peraturan akademik terbaru yang telah ditetapkan pada senat, sedangkan mahasiswa menerima peraturan akademik yang sudah tidak berlaku di Jaraka. “Kalo di Peraturan Akademik dulu, ada nilai E langsung di Drop Out (DO), sekarang dibuat lebih smooth, yaitu cuti sepihak,” ujar Agung Adi Chandra saat audensi.

Selanjutnya terkait permasalahan UKT mahasiswa semester akhir dan banding UKT. Pihak direksi memberikan tanggapan, bahwa UKT mahasiswa semester akhir sebesar 25% dikarenakan mereka masih membutukan pelayanan seperti ujian dan seminar. Hal ini bertujuan sebagai motivasi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhirnya.

Sedangkan permasalahan banding UKT, pihak BEM meminta penambahan kuota. “Direksi bilang gapapa rekomendasiin aja, tapi belum tentu yang aku rekomendasiin ini diterima, aku maunya yang aku rekomendasiin ini diterima,” ujar Ganis Irdiana Rahma, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Advokesma) BEM Polinela.

Berdasarkan hasil audiensi ini, pihak BEM dan perwakilan mahasiswa dari setiap jurusan merasa kurang puas terhadap jawaban yang telah disampaikan direksi. “Harapan saya setelah ini pihak direksi bisa menerima kita kembali untuk menanyakan apa yang belum puas, semoga mereka tetap membuka jalan itu. Untuk kawan KBM doakan rekan-rekan kami sebagai perwakilan mahasiswa. Semoga merasa terwakili, karena kita berjuang bersama bukan untuk kepentingan pribadi dan merupakan kepentingan bersama di jurusan maupun di ormawa,” tutup Presma.(*Novri)

Penulis: Mutiara Salsabila, Linda Wati
Penyunting: Novri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 51 = 55