5 Tempat Bersejarah di Bandar Lampung

informasi 5 tempat bersejarah di Lampung | Perssukma.id/DOK.Bandar Lampung

Provinsi Lampung khususnya di Kota Bandar Lampung mempunyai cerita sejarah yang panjang di usia ke 341 Tahun. Kota yang sering dijuluki Kota Tapis Berseri ini memiliki tempat-tempat bangunan bersejarah yang wajib warga lampung ketahui dan perlu kita jaga bersama guna menjadi pengingat perjalanan beberapa sejarah yang ada di Kota Bandar Lampung. Berikut 5 Tempat Bersejarah di Bandar Lampung.

1.  Masjid Jami Al Anwar
Masjid Jami’ Al-Anwar merupakan tempat beribadah umat Islam yang tercatat sebagai masjid tertua di Provinsi Lampung. Masjid ini didirikan oleh Daeng Sulaiman, seorang warga Lampung keturunan Suku Bugis pada tahun 1888 silam yang dibangun di atas tanah seluas 6.000 meter. Masjid ini berada di Jalan Laksamana Malahayati, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung.
Akibat letusan Gunung Krakatau, Masjid Jami’ Al-Anwar mengalami kerusakan tetapi kemudian direnovasi dan tetap digunakan hingga sekarang, bahkan masjid ini berkembang menjadi pusat pengkajian ilmu Islam. Selama periode perjuangan kemerdekaan, masjid ini menjadi basis perlawanan rakyat Lampung ketika Belanda menduduki wilayah tersebut.
2 . Museum Lampung
Museum ini dirintis pembangunannya sejak tahun 1975 dengan peletakan batu pertama Museum Lampung pada 1978. Akhirnya, Museum Lampung diresmikan pada tanggal 24 September 1988, yang juga merupakan Hari Aksara Internasional. Museum ini terletak di Jalan ZA. Pagar Alam nomor, Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.
Berdasarkan data tahun 2011, museum ini menyimpan 4.735 buah benda koleksi yang terbagi menjadi 10 jenis, meliputi koleksi biologika, geologika, etnografika, historika, numismatika/ heraldika, filologika, seni rupa, teknografika, dan keramologika. Selain itu, berbagai benda peninggalan zaman prasejarah, zaman Hindu-Budha, zaman kedatangan Islam, masa penjajahan atau kolonial, dan paska kemerdekaan yang ditampilkan pada bagian tersendiri.
3. Gedong Aer
Bangunan ini berdiri sejak abad ke-18 dan berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung. Pada tahun 1827, Pemerintah Belanda merasa perlu untuk memenuhi kebutuhan logistik di Lampung dengan mendirikan sebuah bangunan yang bisa dijadikan sebagai cadangan air primer. Karena kondisinya yang masih baik, bangunan ini kemudian digunakan oleh Jepang selama masa kependudukan mereka sebagai sumber air utama.
4. Vihara Thay Hin Bio
Vihara ini berlokasi di Kampung Pecinan Teluk Betung, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung. Pembangunan vihara ini bermula dari sebuah keluarga yang selamat dari letusan Gunung Krakatau dengan mencari perlindungan di bawah meja Altar Dewi Kwan Im. Desain Vihara Thay Hin Bio sendiri masih kuat nuansa Tiongkok karena dibangun sebelum kemerdekaan Indonesia. Namun, setelah kemerdekaan Indonesia banyak vihara yang dibangun menyesuaikan kearifan lokal.
Selain menjadi tempat ibadah bagi umat Buddha, vihara ini juga telah menjadi tempat rekreasi populer bagi penganut agama lain. Pengunjung dapat berswafoto foto gratis tanpa dikenakan biaya. Dengan semakin banyak orang yang melakukan persembahyangan di cetiya tersebut, akhirnya pada tahun 1896 dibangun Vihara Thay Hin Bio yang masih berdiri kokoh sampai saat ini.
5. Monumen Gunung Krakatau
Monumen yang mengenang sejarah meletusnya Gunung Krakatau pada 1883 ini terletak di Jl. W.R. Supratman, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung. Monumen Gunung Krakatau dilengkapi dengan berbagai relief yang menggambarkan kehidupan masyarakat Lampung sebelum dan setelah letusan Gunung Krakatau. Relief-relief tersebut memberikan gambaran tentang keadaan sosial, budaya, dan lingkungan sekitar sebelum bencana terjadi, serta perubahan drastis yang terjadi pasca-letusan.(*)

Penulis: Yulia Citra Febriyanti
Penyunting : Galih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 ÷ 7 =